AboutBanten.Com – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Jakarta Raya resmi melantik kepengurusan periode 2026–2028. Pelantikan berlangsung di Gedung RSGU, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat 30 Januari 2026.
Pelantikan tersebut mengusung tema “SEMMI Jakarta Raya sebagai Katalisator Kota Global”, yang menegaskan posisi SEMMI dalam merespons tantangan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan nasional sekaligus kota global yang berkeadilan.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dalam sambutannya, Bintang menekankan pentingnya peran historis Syarikat Islam dan SEMMI dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“SEMMI lahir dari semangat perjuangan dan nilai keumatan. Oleh karena itu, kader SEMMI harus terus menjaga ruh perjuangan tersebut dengan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujar Bintang.
Ia menegaskan, tantangan perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan peran aktif mahasiswa dalam menjaga keadilan sosial, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta memastikan pembangunan berjalan seimbang.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menyampaikan bahwa SEMMI siap mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah, khususnya dalam pengawalan kebijakan publik di wilayah perkotaan.
“Kami sampaikan, sebagai katalisator kota global, menjalin komunikasi dan kerja sama lintas sektor untuk membangun dan mewujudkan 20 kota global yang berkeadilan adalah kunci keberhasilan ke depan,” kata Yanto.
Menurutnya, SEMMI Jakarta Raya akan fokus pada penguatan kajian kebijakan, advokasi kepentingan masyarakat urban, serta membangun jejaring kolaboratif dengan berbagai elemen, baik pemerintah maupun masyarakat sipil.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pelantikan, SEMMI Jakarta Raya juga menyerahkan Buku Putih Kajian Strategis SEMMI Jakarta Raya kepada pemerintah dan para tamu undangan.
Dokumen tersebut berisi rekomendasi dan gagasan strategis sebagai masukan menuju terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berkeadilan.




