Beranda / Uncategorized / Momentum Hardiknas, Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggul

Momentum Hardiknas, Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggul

Momentum Hardiknas, Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan SDM Unggul

AboutBanten.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat peran bersama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.

Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pemerintah menekankan bahwa urusan pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat luas.

Guru Besar sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai tema tersebut relevan dengan kondisi pendidikan saat ini yang dihadapkan pada tantangan kompleks.

Menurutnya, konsep partisipasi semesta harus diwujudkan secara konkret melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, masyarakat, dunia usaha hingga komunitas keagamaan.

“Partisipasi semesta tidak boleh berhenti sebagai slogan. Harus ada kebijakan yang membuka ruang keterlibatan semua pihak secara nyata,” ujarnya, Jumat (1/5).

Ia menjelaskan, arah pembangunan pendidikan kini tidak lagi sekadar memperluas akses, melainkan harus berfokus pada peningkatan mutu yang merata. Selama ini, capaian akses dinilai sudah berkembang, namun kualitas pendidikan masih menjadi tantangan besar.

Tholabi menekankan bahwa mutu pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan adaptasi peserta didik.

“Pendidikan harus melahirkan manusia yang utuh, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan daya cipta,” katanya.

Di sisi lain, ia menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan. Di antaranya percepatan teknologi yang belum sepenuhnya diimbangi kesiapan infrastruktur, serta kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.

Menurutnya, digitalisasi memang membuka peluang besar, namun juga berpotensi memperlebar jarak antara daerah maju dan tertinggal jika tidak diimbangi pemerataan fasilitas.

Selain itu, relevansi kurikulum juga menjadi sorotan. Ia mengingatkan agar pendidikan tidak semata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi tetap menjaga keseimbangan antara ilmu terapan dan dasar.

“Kalau terlalu fokus mencetak tenaga kerja, kita bisa kehilangan kemampuan sebagai bangsa yang menciptakan inovasi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM berkualitas. Kampus diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga independensi akademik.

“Perguruan tinggi harus mampu menjembatani kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keilmuan,” paparnya.

Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, ia menegaskan pentingnya investasi jangka panjang di sektor pendidikan, terutama pada peningkatan kualitas guru, penguatan kurikulum, serta pemerataan akses teknologi.

Ia pun mengingatkan bahwa Hardiknas seharusnya tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi momentum untuk mengevaluasi arah kebijakan pendidikan nasional.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kalau ingin SDM unggul, semua pihak harus terlibat,” ujarnya.

Menurutnya, harapan besar terhadap kemajuan pendidikan Indonesia tetap terbuka, asalkan dibarengi dengan komitmen dan langkah nyata.

“Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan mampu bersaing secara global,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *